Sinergi BWS Sumatera IV Batam dan BRMP Kepri Siapkan Pilot Project Irigasi Bintan Buyu
Tanjungpinang, 11 Maret 2026 — Upaya mendorong pertanian berkelanjutan dan mendukung swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melakukan kunjungan koordinasi ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri) guna menindaklanjuti rencana pelaksanaan Pilot Project Pengembangan dan Pengelolaan Daerah Irigasi (DI) Bintan Buyu di Kabupaten Bintan.
Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala BWS Sumatera IV Batam, S. Afnani Rangkuti, bersama Kepala Satker OP SDA dan jajaran, bertujuan memperkuat koordinasi teknis dengan tim BRMP Kepri setelah sebelumnya digelar rapat koordinasi pada 3 Februari 2026. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, didampingi Kabag Tata Usaha Sahrul Hadi Nasution, serta para ketua kelompok substansi dan ketua tim kerja di lingkungan BRMP Kepri.
Dalam pertemuan tersebut, Rudi Hartono menyampaikan komitmen penuh BRMP Kepri dalam mendukung program percontohan tersebut dengan mengerahkan sumber daya manusia yang kompeten. Koordinasi lanjutan yang berlangsung di Ruang Rapat 1 BRMP Kepri juga menghadirkan tim kerja penyelenggaraan penyuluhan pertanian serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang nantinya akan mendampingi petani secara langsung di lapangan.
Program ini merupakan bentuk sinergi antara BWS dan BRMP Kepri untuk memastikan ketersediaan air dan sistem jaringan irigasi yang memadai, sekaligus menghadirkan inovasi teknologi pertanian modern.
Salah satu fokus utama program adalah optimalisasi pemanfaatan bendungan di Daerah Irigasi Bintan Buyu untuk mengairi lahan persawahan Kelompok Tani Poyotomo Makmur seluas 12 hektar. BWS Sumatera IV Batam akan merancang jaringan irigasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah persawahan setempat agar sistem irigasi dan drainase dapat berfungsi optimal seperti pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta sistem irigasi perpompaan.
BWS juga berharap dukungan dari Kementerian Pertanian melalui BRMP Kepri, khususnya dalam penyediaan Varietas Unggul Baru (VUB) padi, penerapan inovasi teknologi pertanian, pendampingan standar budidaya, serta penyediaan sarana produksi pertanian (saprotan).
Kepala BRMP Kepri menegaskan komitmen dukungan melalui penyediaan benih padi varietas unggul baru yang adaptif untuk lahan persawahan Poyotomo Makmur. Selain itu, BRMP Kepri juga akan memberikan pendampingan penerapan standar budidaya padi serta berbagai teknologi modern yang adaptif guna meningkatkan produktivitas hasil panen.
Sebagai tindak lanjut, tim teknis akan melakukan survei identifikasi karakteristik lahan pertanian guna menentukan model pengembangan yang tepat, baik dari sisi jaringan irigasi maupun teknologi pertanian yang akan diterapkan serta memastikan lokasi demplot percontohan yang starategis. Pilot project tersebut direncanakan mulai berjalan pada musim tanam kedua, yaitu Mei 2026.
Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas PUPR dan Dinas Pertanian juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek ini. Melalui kolaborasi ini, DI Bintan Buyu diharapkan dapat menjadi model percontohan pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis sinergi lintas sektor di Kepulauan Riau. Program ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.